Hasil BRI Super League: Persib Menang Dramatis, Persebaya Gagal Maksimalkan Dominasi

Gol telat Julio Cesar membawa Maung Bandung menembus lima besar, sementara kegagalan eksekusi memaksa Bajul Ijo puas berbagi angka dengan PSS Sleman di hadapan pendukungnya sendiri.

Redaksi
A+A-
Reset
Dokumentasi - Pemain Persib Bandung, Julio Cesar, merayakan gol kemenangan ke gawang Persik Kediri pada menit ke-78 dalam laga pekan kelima BRI Super League di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu malam (18/10/2026). (Foto: IG Persib)

Sumbarpro – Dua laga penutup pekan kelima BRI Super League 2026/2027 menyajikan cerita yang berbeda pada Minggu (18/10/2026) WIB.

Persib Bandung meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, sementara Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo.

Persib Bandung vs Persik Kediri: Drama Si Jalak Harupat

Persib Bandung harus bekerja ekstra keras untuk menumbangkan perlawanan sengit Persik Kediri. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Maung Bandung langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Namun, rapatnya pertahanan Macan Putih membuat peluang sulit tercipta.

Laga sempat diwarnai drama pada menit ke-40. Persik sempat mencetak gol lebih dulu melalui sundulan Park Jun-heong yang memanfaatkan situasi bola mati. Sayangnya, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah meninjau tayangan VAR karena Park berada dalam posisi offside.

Persib juga nyaris membuka keunggulan pada akhir babak pertama, tetapi tembakan Luka Menalo masih menghantam tiang gawang.

Pelatih Igor Tolic akhirnya memutar otak di babak kedua. Keputusannya memasukkan Julio Cesar pada menit ke-58 membuahkan hasil manis.

Berawal dari sepakan sudut Thom Haye pada menit ke-78, Julio Cesar yang baru beberapa menit berada di lapangan berhasil menyundul bola dan membobol gawang Husna Al Malik.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan 1-0 bagi Persib dan membawa mereka menembus posisi lima besar klasemen dengan koleksi 10 poin.

Susunan Pemain

Persib Bandung (4-3-3): F. Maulana; E. Reijnders, P. Matricardi, D. Loncar (J. Cesar ’79), S. Walsh; M. Klok, A. Alis (D. Kusnandar ’88), L. Guaycochea (T. Haye ’58); U. Pereira, M. P. Bauer (B. Sekulic ’58), L. Menalo (Berguinho ’58). Pelatih: Igor Tolic.

Persik Kediri (4-4-2): H. A. Malik; A. Alrizky (R. Sanjaya ’68), Kiko, J. Park, M. Djalo; I. Garcia, B. Otto (F. Alessandro ’74), Z. Fariz, E. Barbosa; J. Enrique (S. C. Martinez ’68), E. Gomez. Pelatih: Marcos Reina.

Persebaya Surabaya vs PSS Sleman: Kekecewaan di GBT

Di Surabaya, Persebaya Surabaya harus mengubur ambisinya meraih tiga poin setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan PSS Sleman.

Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Bajul Ijo terus menggempur pertahanan PSS, tetapi justru tuan rumah yang kebobolan lebih dulu pada menit ke-9 melalui gol Melvyn Lorenzen yang memanfaatkan skema tendangan bebas.

Tertinggal 0-1, Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Kerja keras mereka terbayar pada menit ke-36 melalui sundulan keras Miguel Pereira yang membobol gawang PSS, mengubah skor menjadi 1-1.

PSS kembali unggul pada menit ke-61 lewat aksi Hiromu Tanaka. Saat kemenangan PSS sudah di depan mata, Miguel Pereira kembali menjadi penyelamat Persebaya dengan mencetak gol keduanya pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+1, memaksa laga berakhir imbang 2-2.

Usai laga, Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku frustrasi dengan hasil ini.

“Menurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin,” ujarnya.

Persebaya mendominasi pertandingan dengan mencatatkan 20 tembakan dan 12 tendangan sudut, berbanding hanya dua tembakan dan tiga tendangan sudut milik PSS.

Di kubu PSS, pelatih Pieter Huistra menilai hasil ini sebagai sesuatu yang adil.

“Jika kita lihat secara keseluruhan, saya pikir itu hasil yang adil,” ucapnya.

Susunan Pemain

Persebaya Surabaya (4-2-3-1): E. A. Sutaryadi; C. Pamungkas (S. Lasinari ’80), Y. Lopes, Walber, Jefferson; T. Firmansyah (S. Ramdani ’68), D. Ramalho (Y. Mabellah ’57); M. Risaldi (R. Pratama ’57), Gledson (R. Mitrevski ’80), M. Pereira; A. Martins. Pelatih: Bernardo Tavares.

PSS Sleman (4-3-3): P. Caracoci; K. Gomes, C. Nduwarugira, Cleberson, R. Simanjuntak (J. Haqi ’74); H. Tanaka, K. J. Kurniawan (A. Alfareza ’68), D. Dion; M. Lorenzen (M. Fornazari ’68), G. Tocantins (Lucao ’76), C. F. Mutzi (S. Djoge ’46). Pelatih: Pieter Huistra. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690