PADANG, Sumbarpro – Seorang perempuan ditemukan tewas di dalam kamar sebuah hotel di kawasan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/10/2026) malam.
Leher korban terlilit kabel pengering rambut. Kepalanya diduga dipukul dengan botol parfum.
Pelaku, seorang pria berinisial MHE (23 tahun), ditangkap kurang dari enam jam setelah jasad korban ditemukan. Ia mengaku kesal karena merasa diabaikan.
Keduanya baru berkenalan lewat aplikasi pesan singkat di media sosial.
MHE merupakan pria kelahiran Padang yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur. Ia bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal kargo dan sedang berada di Padang untuk menjalani masa cuti sekitar tiga minggu.
MHE mengaku berkenalan dengan korban melalui aplikasi pesan singkat di media sosial.
Keduanya kemudian sepakat bertemu dan menyewa kamar hotel selama delapan jam pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Namun, saat berada di dalam kamar, MHE merasa diabaikan oleh korban.

Menurut keterangan polisi, rasa kesal tersebut diduga menjadi pemicu MHE melakukan kekerasan terhadap korban hingga tewas.
“Pelaku nekat memukul kepala korban menggunakan botol parfum, mencekik lehernya, hingga melilitkan kabel hair dryer ke leher korban hingga tewas,” terang Kasubnit Opsnal Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, Sabtu (10/10/2026).
Ipda Ryan menegaskan, motif sebenarnya masih didalami penyidik. Polisi terus memeriksa terduga pelaku serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
“Kami masih melakukan pengembangan untuk mendalami motif serta melengkapi bukti-bukti dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban belum diungkap pihak kepolisian. Polisi juga belum merinci hubungan antara korban dan pelaku selain keterangan bahwa keduanya berkenalan lewat media sosial.
Yang jelas, korban tewas dengan luka kekerasan di kepala dan leher. Kabel hair dryer yang melilit leher korban menjadi salah satu barang bukti kunci.
MHE beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif pembunuhan dan identitas lengkap korban. (edt/*)
