PADANG, Sumbarpro — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendukung penuh upaya membangkitkan kembali tradisi batu akik sebagai bagian dari khazanah seni dan budaya Minangkabau.
Nilai sejarah, filosofi, serta identitas daerah yang terkandung dalam batu akik dinilai perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Dukungan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur bertajuk ‘Kearifan Lokal Tanah Minang’ di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengapresiasi Gamestone Minang Saiyo dan panitia penyelenggara yang menginisiasi kegiatan untuk menghidupkan lagi perhatian masyarakat terhadap batu akik Minangkabau.
Menurut Mahyeldi, batu cincin bagi masyarakat Minangkabau bukan sekadar perhiasan, melainkan memiliki makna kedewasaan, kebesaran, dan cita rasa seni.
Proses pengolahan hingga pembuatan ikek atau gagang cincin mencerminkan kehalusan seni orang terdahulu.
“Keindahannya tidak hanya secara visual, namun ada makna yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Pameran dan Kontes Batu Akik Ilham Agung Saputra menjelaskan kontes kali ini mempertandingkan 185 kelas.
“Peserta berasal dari Payakumbuh, Agam, Padang, Pasaman, Pesisir Selatan, Pariaman, hingga luar daerah seperti Riau, Jambi, dan Pulau Jawa,” ujarnya. (ak/*)
