Padang Status Siaga Banjir, BPBD Aktifkan Sirene dan Evakuasi Warga

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Debit sungai di Lubuk Minturun meluap akibat hukan deras yang mengguyur, Sabtu (10/10/2026).

PADANG, Sumbarpro – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak pukul 12.20 WIB, Sabtu (10/10/2026), memicu luapan sejumlah sungai hingga masuk ke permukiman warga.

Pemerintah Kota Padang menetapkan status siaga banjir. Sejumlah warga terpaksa naik ke loteng rumah untuk menyelamatkan diri dari arus air yang terus naik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan hujan yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan aliran sungai meluap hingga mengancam permukiman warga.

“Sejauh ini informasi yang kami terima luapan air terjadi di kawasan Kuranji dan Nanggalo,” ujarnya.

Data sensor Early Warning System (EWS) mencatat ketinggian air di Batu Busuk mencapai 4,29 meter.

Sensor di Lubuk Minturun menunjukkan angka 3,72 meter.

Sementara pemantauan di kawasan Guo mencatat ketinggian air berkisar antara 2,23 meter hingga 2,31 meter.

Seluruh sensor pemantauan dilaporkan berstatus warning atau peringatan.

Pasang iklan anda di space ini, hubungi sumbarpro media online portal berita dan informasi terkini di whatsapp 081275690690

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Padang mengaktifkan sirene untuk memperingatkan masyarakat menyusul kenaikan ketinggian air di sejumlah titik pemantauan.

Personel gabungan dari BPBD Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi kejadian, salah satunya di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.

Mereka bergerak melakukan upaya penanganan darurat sekaligus evakuasi terhadap warga yang terdampak.

Tim gabungan tidak hanya fokus mengevakuasi warga, tetapi juga bersiaga di lapangan untuk membantu mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.

“Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka,” ujar Hendri.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Penetapan status siaga banjir dilakukan di tengah peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.

BPBD Kota Padang telah menyebarkan peringatan dini kepada masyarakat melalui EWS.

Warga diimbau menjauhi aliran air yang deras serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika kondisi membahayakan. (edt/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690